Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Asbabul Galau

Jumat, 27 April 2012 | 0 komentar


Galau, gelisah, gundah, bete, nggak mood, futur de el el. Semua kita mungkin pernah merasakan hal ini. Tapi tahukah kita kenapa hal itu bisa terjadi pada diri kita. Kenapa kita yang tadinya punya hamasah, energic and spirit tiba-tiba dilanda oleh kefuturan atau bahasa anak muda sekarang "galau". Why?

Apalagi menjelang ujian termin dua ini kita benar-benar membutuhkan semangat baja untuk menaklukkan muqarrar. Sebenarnya galau atau futur itu biasa. Yang penting kata Rasul tidak jatuh ke dalam kemaksiatan. Karena banyak orang yang merasa galau lalu untuk mengobati galaunya itu ia pergi ke tempat-tempat maksiat. Naudzubillah dhe.

Nah, maka sebab itu perlu bagi kita untuk mengetahui apa aja yang bisa membuat kita jadi galau bin futur. Mudah-mudahan dengan mengetahui asbab dari galau tersebut kita bisa meng ilaj dengan segera sehingga bisa kembali melakukan aktifitas dengan semangat. Yuk, kita simak yang bisa bikin kita galau!

Pertama: Berlebihan dalam din. Artinya kita tidak terlalu berlebihan dalam suatu jenis amal sehingga mengabaikan amal-amal lainnya. Contohnya nih, ketika kita berazzam untuk bisa sholat tahajjud tiap malam. Okelah minggu pertama misi kita berjalan dengan baik, selanjutnya kita malah K'O di tengah jalan. Nah, sebaiknya kita tidak terlalu memaksakan diri. Tapi cobalah secara bertahap, dua kali seminggu. Kalau yang udah ini berjalan dengan mantab. Insya Allah ke depannya bisa ditingkatkan.

Rasul Saw bersabda: Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan (HR. Muslim)

Karena itu, amal yang disukai oleh Allah adalah amal yang sedikit tapi kontinyu. Setuju...

Kedua: Berlebihan dalam yang mubah. Dalam kaidah ushul fiqh kita tahu bahwa hukum dari segala sesuatu adalah mubah. Tapi keseringan dalam hal mubah bisa bikin kita jadi futur lho. For example facebook-an melulu sehingga melalaikan kewajiban. Atau dunianya hanya bola saja. Setiap hari yang ia ikuti hanya bola. Pagi main bola, siang ntar main pe-es bola, malamnya nonton bola. Yha semua waktunya habis dengan si bola. Bukan berarti saya mengharamkan main bola. Tapi sesuai dengan kadarnya. Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk riyadhoh sehingga menjaga kesehatan. Karena sebaik-baik urusan adalah aushotuha. Tul nggak?

Ketiga: Memisahkan diri dari jama'ah. Nah lho, jama'ah apaan nih? Eitss...tunggu dulu bro. Rasulullah saw memerintahkan untuk kita berjamaah "Alaykum bil jama'ah". Dulu ada khilafah islamiyah tempat menyatukan kaum muslimin. Sekarang karena khilafah Islamiyah nggak ada maka kita dianjurkan untuk bergabung dalam jama'ah minal muslimin. Apapun jama'ah dan harakahnya yang penting tujuannya sama yaitu untuk li i'la kalimatillah. Sebab dengan berjama'ah kita akan lebih terjaga dari godaan syetan "Faiina syaithona ma'al wahid".

Sedangkan tanpa jama'ah seseorang bisa terperangkap kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu Imam Ali berkata: Sekeruh-keruh hidup berjama'ah itu lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.

Keempat: Sedikit mengingat akhirat. Yap, karena kita udah terlalu banyak dilalaikan dengan hal yang mubah maka sangat jarang kita mengingat akhirat. Dengan mengingat akhirat kita menjadi terpacu untuk beramal, sebaliknya orang yang lupa dengan kehidupan akhirat akan mudah loyo dan galau.

Kelima: Melalaikan amalan siang dan malam. Melaksanakan ibadah secara tekun akan membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Karena setiap ibadah yang kita lakukan adalah ibarat bahan bakar yang selalu memacu kita untuk selalu bersemangat. Dengan kata lain orang yang sering melalaikan ibadah akan mudah terjerumus ke dalam kefuturan. So, dari sekarang kalo pengen nggak galau ya ibadah solusinya :)

Keenam: Tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan. Ini dia yang sering membuat kita "jatuh". Sudah menjadi sunnatullah bahwa kehidupan ini akan penuh dengan tantangan. Maka kita harus punya persiapan dan mental yang kuat dalam mengahadapi segalanya. Seperti yang pernah saya tulis dalam catatan sebelumnya tentang "Bereskan Urusanmu Dengan Allah, Lalu Biarkan Ia Membereskan Urusanmu".

Ketujuh: Bersahabat dengan orang-orang lemah. Bi'ah sangat mempengaruhi sekali dalam hidup kita. Berteman dengan orang-orang lemah semangatnya terkadang juga membuat kita menjadi lemah. Seharusnya kitalah yang menjadi cahaya spirit bagi kawan-kawan kita yang lemah. Bukan berarti kita menjauhi mereka. 

Makanya Rasulullah Saw bersabda: "Seseorang atas diri sahabatnya, maka lihatlah dengan siapa ia berteman." Nggak heran, kalo orang bejat yah temannya sama-sama bejatlah, kalo orang saleh, temannya juga pada saleh insya Allah. Seiring dengan firman Allah Atthoyyibin lit thoyyibat, orang-orang baik itu jodohnya yah buat yang baik-baik juga :)

Itulah beberapa asbabul galau yang sering bikin kita jadi "nggak jelas". Mudah-mudahan dengan mengetahui asbab nya kita jadi gampang untuk bangkit kembali. Karena umat membutuhkan ar rijal al qowi untuk kembali menegakkan Islam di muka bumi Allah. Insya Allah...Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'ma nashir.

Manusia-Manusia Buku

Senin, 13 Februari 2012 | 0 komentar



Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah status menarik dari dinding seorang kawan difacebook "Membaca satu buku lebih dari pada seribu komentar". Yup, benar banget bahwa bagaimanapun buku tetap menjadi sebaik-baik kawan duduk. Karena dengan membaca buku akan menambah ilmu pengetahuan sekaligus ibadah jika kita niatkan ikhlas mencari ridho Allah semata.

Meskipun membaca buku akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Tapi tidak banyak kita temukan orang yang ngefans dengan aktifitas yang satu ini. Sebab membaca buku identik dengan menjemukan dan membosankan. Bahkan membutuhkan energi untuk berpikir dan tak jarang bikin kita pusing tujuh keliling. Sehingga kebanyakan kita lebih memilih aktifitas nyantai seperti nonton tv, main internet dan lain sebagainya.

Hernowo seorang penulis buku "Andai Buku Sepotong Pizza" menawarkan paradigma yang menyamakan buku sebagai "makanan". Sebagaimana jasmani manusia yang membutuhkan nutrisi agar tubuh menjadi sehat, manusia pun membutuhkan energi khusus yang dapat mengasah ketajaman ruhaninya. Dalam konteks inilah buku dapat menjadi santapan ruhani manusia yang penuh gizi.

Selain itu beliau juga memberikan tips agar membaca tidak menjadi aktivitas yang membosankan. Pertama: Bacalah buku-buku yang kita gemari dengan tema-tema yang kita sukai sebagaimana makanan kesukaan. Artinya kita kudu membaca buku-buku yang takhasus di bidang yang kita minati. Kalau kita jurusan Hadits bacalah buku-buku Ulumul Hadits, Takhrij, Dirasah Asanid. Begitu juga yang di bidang Tafsir, Syari'ah, Lughoh dan lain sebagainya. Karena zaman sekarang, orang lebih menghargai para pakar di bidangnya masing-masing.

Kalau kita lihat zaman para sahabat dan tabi'in, setiap mereka mempunyai kekhususan masing-masing yang tidak dimiliki oleh sahabat yang lain. Sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Rasulullah saw : "Orang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar, yang paling keras dalam urusan agama adalah Umar bin Khattab, yang paling malu kepada Allah adalah Ustman bin Affan, yang paling bagus bacaan Al Qur'annya adalah Ubai bin Ka'ab, yang paling paham dengan ilmu waris adalah Zaid bin Tsabit dan yang paling tahu masalah halal dan haram adalah Muaz bin Jabal. Setiap umat mempunyai orang kepercayaan dan orang yang paling terpercaya dalam umat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah." (H.R Tirmidzi)

Kedua: Ada baiknya sebelum membaca buku kita cicipi dulu buku tersebut. Dan jangan lupa tambahkan gula pasir secukupnya dan disedu dengan air panas, lho...kok jadi nggak nyambung gini. Keep fokus ah! (hehe). Caranya adalah dengan jalan mengenali siapa penulis buku tersebut. Buku apa saja yang telah beliau tulis. Atau mencari informasi tentang sesuatu yang menarik dalam buku tersebut. Boleh juga membaca testimoni orang tentang buku yang tengah kita baca.

Ketiga: Untuk menyelesaikan buku tersebut bisa kita lakukan dengan cara mengemil (sedikit demi sedikit seperti orang makan kacang goreng). Makanya kalo bisa kemanapun kita pergi jangan lupa bawa buku. Sebab banyak waktu kosong. Dan waktu kosong tersebut bisa kita bunuh dengan membaca buku. Saat-saat nunggu bis, saat dalam perjalanan, saat ngantri dan lain sebagainya. Dengan jalan seperti ini buku setebal apapun kalau kita ansur-ansur insya Allah akan segera selesai. Kalo kata kawan saya orang Arab "Kullu syai'in bin ansurin" yha nggak? hehe.

Sobat muda muslim, Siap menyantap buku tiap hari? Karena tak ada sejarah orang sukses tanpa membaca buku. Orang-orang besar adalah orang yang gemar membaca buku. Membaca buku bukan sebatas hobi akan tetapi adalah sebuah kewajiban syar'i. Maka nggak heran ayat pertama kali turun adalah perintah untuk kita membaca, Iqra' bismirabbikalladzi kholaq.

Akhrie Ar Robbani
Negeri Alfi Mi'zanah, 30 Januari 2012


Kita Berjuang dengan Allah

Jumat, 09 Desember 2011 | 0 komentar

Ujian Al Azhar semakin di ambang pintu, setiap detik terasa begitu berharga. Rasanya tiada hari lagi tanpa membaca muqorror. Karena ujian di Al Azhar hanya berpatokan kepada nilai tok. Tanpa memandang apakah kita rajin hadir ke kuliah atau tidak. Tak ada istilahnya nilai tambahan dari kehadiran.

Masa-masa ujian memang masa-masa kritis, ditambah lagi dengan cuaca musim dingin yang menggigit. Tak ada tempat yang paling yang menyenangkan selain dibawah selimut. Mau kuliah, bis selalu penuh sesak. Berdiri diantara kerumunan pencopet yang selalu beraksi di bis-bis kampus.

Motivasi Tiada Henti

Selasa, 15 November 2011 | 0 komentar

Bismillah

Sukses atau najah dalam bahasa Arab adalah dambaan setiap orang. Saya, kamu dan mereka yang ada di sekeliling kita pasti mendambakan hidup sukses. Tidak hanya sukses di dunia tapi yang terpenting sukses di akhirat dengan menjejakkan kaki di syurga firdaus-Nya. Makanya Rasululullah mengajarkan doa kepada kita Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzabannar.

Back to the Holy Qur'an

Senin, 14 November 2011 | 0 komentar

Bismillah

Usai melaksanakan sholat zuhur berjama'ah di masjid. Saya kembali membuka-buka buku, karena di sana ada banyak inspirasi yang tak pernah habis. Sebagai seorang yang ingin berdakwah lewat pena, maka aktivitas membaca adalah sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan. Karena ide untuk menulis itu akan muncul jika ada dorongan emosi dan keyakinan sangat kuat dalam diri kita. Dan untuk mendapatkan keyakinan itu kita mesti mempunyai pengetahuan. Dan itu hanya bisa didapatkan dengan cara banyak membaca.

Jadilah Sang Pembelajar

Rabu, 18 Mei 2011 | 0 komentar

Azan maghrib mulai berkumandang di seantero Kairo. Tiba-tiba hp nokia milikku memekik, tanda sebuah sms masuk. "Akhi malam ini kita ada mabit di rumah Ust. Arif. Kalo ada waktu ahlan, Jazakallah." Begitu kira-kira pesan singkat dari seorang mas'ul dakwahku. Kok ta'limat-nya mendadak gini yha, batinku. Ah, sudahlah mungkin ini adalah penutupan kegiatan dakwah sebelum memasuki imtihan termin dua. Hitung-hitung cari semangat dari ikhwah yang lain. Bukankah duduk-duduk bermujalasah dengan orang-orang shaleh akan menambah keimanan.

Usai sholat maghrib di masjid As Salam. Aku bergegas pulang ke rumah untuk dinner dengan sambal spesial made in sendiri. Apalagi kalo bukan gulai haikal yang lezat. Makan malam bareng kawan-kawan serumah sambil cerita merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku. Aku merasakan ukhuwah islamiyah yang terbangun dari saling mencintai sesama saudara. Yha, sahabat-sahabat di rumahku adalah orang-orang luar biasa. Aku banyak belajar dari mereka. Bahkan beberapa senior di rumahku sering diundang menjadi pemateri di berbagai acara-acara besar. Tidak hanya dalam lingkup Masisir saja. Salah satu senior di rumahku sering diundang memberikan motivasi di beberapa ittihad pelajar Malaysia.
 

Waktumu adalah Nyawamu

Selasa, 08 Februari 2011 | 0 komentar


Kata teman gua orang barat "time is money" kalau sohib ane dari Arab bilang "al waqtu kas saif" waktu itu ibarat pedang kalau nggak ente pergunakan dengan baik maka bisa-bisa memotong leher lu (sadis banget euy) but kalau seorang muslim says "al waqtu huwa al hayah" yang benar seh, semuanya benar kok, hanya saja orang barat menilai waktu dengan uang karena memang tujuan hidup mereka hanya sebatas di dunia saja, so mereka tak mau menyiakan waktunya selain untuk bekerja mencari pulus.

Terkadang kita sering merasa "sok sibuk"dengan alasan tidak memiliki waktu yang cukup, padahal banyak waktu kita yang terbuang sia-sia, contohnya saat kita menunggu bus ke kuliah, saat dalam perjalanan ke suatu tempat, saat menuggu giliran dalam antrian de el el. Dalam waktu-waktu tersebut banyak hal yang bisa kita lakukan, diantaranya bisa baca Al-Qur'an atau muraja'ah sambil dengerin mp3, bisa berzikir dengan zikir-zikir yang mudah seperti ucapan subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar, kalimat istighfar. Cause.. Rasulullah mengatakan bahwa ucapan tasbih dan tahmid akan memberatkan timbangan di hari kiamat nanti.

Back to Muqorror

Jumat, 24 Desember 2010 | 0 komentar

Aduh capek juga yah abis main bola...and udah nyetak gol lebih dari 5 kali soalnya mainnya cuma empat orang ckckck... Tapi ala kuli hal ini adalah suatu prestasi yang luar biasa bisa mengeluarkan keringat di musim dingin, hehehe...lumayan untuk mengendorkan urat syaraf yang tegang karena belajar mati-matian (cieeh...sok rajin gitu) padahal semalaman facebook an doank..hayoo ngaku!

Hmm...pagi yang indah di Kairo, ditambah lagi dengan senyuman ente yang lagi baca (lebay banget dhe). Oya gimana kabar diktat kuliahnya nih? udah khatam belum...kalo belum pasang gigi satu aja biar kenceng larinya (emang gue motor apa).

Bro and Sis...di suasana ujian yang semakin mencekam ini, enggak tahu kenapa banyak godaan yang berseliweran di sekitar kita, apalagi godaan fb yang dahsyat. Makanya Wan and Wat...(panggilan untuk Ikhwan dan Akhwat) kita harus pake rumus prioritas. apaan tu prioritas Stad? artinye kite mesti mendahulukan hal yang lebih penting ketimbang yang tidak penting dan tidak mendesak. ma'aya wala e?

Buta tapi Melihat

Kamis, 16 Desember 2010 | 0 komentar

Mentari bersinar cerah di langit kota Kairo pagi itu, hiruk-pikuk anak-anak Mesir yang sekolahnya tak begitu jauh dari flat tempat tinggalku membuatku teringat akan masa kecilku di sebuah SD yang begitu indah dan damai, bermain dan bercanda bersama kawan-kawan seperjuangan. tapi sekarang mereka entah kemana, jauh mengembara dalam menggapai cita-cita mereka termasuk diriku yang kini merajut asa di Universitas Islam tertua di dunia.

Kulihat jadwal kuliah hari ini, ada pelajaran Ulumul Hadits bersama Dr. Muhammad Sayyid Ulwan setelah zuhur, tanpa pikir panjang, aku segera bersiap-siap berangkat ke Kampus. Sesampai di Kampus, Dr Sayyid belum datang, tapi aku tetap menunggunya di dalam kelas sambil mengulang pelajaran ilmu hadits tentang hadits Mursal. beberapa menit kemudian beliau datang dipandu oleh seorang mahasiswa karena mata beliau buta, Ada Thullabnya disini? "tanya beliau saat memasuki ruang kelas".. Aiwa ya Duktur teriak salah sorang teman dari Mesir.

Aku Dapat Mumtaz !

Jumat, 10 Desember 2010 | 0 komentar

Mendapatkan nilai mumtaz adalah impian semua mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar, tak terkecuali diriku yang hanya bermodalkan bahasa arab yang pas-pasan. tapi aku masih ingat sebuah pepatah yang mengatakan bahwa "If You can dream it, You can do it !" Jika kamu bisa mengimpikannya maka kamu pasti bisa melakukannya. berangkat dari kata-kata luar biasa itu, aku selalu yakin bahwa suatu saat nanti diriku bisa menyandang predikat imtiyaz dan berdiri di depan panggung sebagai "sang  Jawara" alias mahasiswa terbaik, Ya Robb..

Antara Aku, Kamu dan Mereka

Rabu, 24 November 2010 | 0 komentar

Setiap perbuatan yang kita lakukan memiliki resiko, dan seorang pejuang sejati tidak pernah ciut seberapapun besar resiko yang mesti ia hadapi, tapi sebaliknya orang-orang yang bermental pecundang akan segera tersingkirkan dari medan juang yang sesungguhnya.

Para Nabi dan Rasul tidak mewarisi harta benda tapi mereka mewarisi ilmu dan para ulama adalah pewaris para nabi. Dan Allah mengatakan di dalam Al Qur'an bahwa Ia akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dibandingkan orang yang tidak berilmu.

Kita Harus Berjuang

Minggu, 07 November 2010 | 0 komentar

Tak ada kata berhenti dalam berjuang ! keberhasilan atau kegagalan bukanlah isyarat untuk berhenti berjuang, semuanya mesti diperjuangkan meski bersusah payah dan berdarah-darah, tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai tanpa ada perjuangan dan pengorabanan.

 Tidak ada kata menyerah dalam hidup Never Give Up ! dan tak ada kamus pesimis dalam hidup ini semuanya harus dilakukan dengan penuh semangat dan optimis. Tak ada waktu untuk berpangku tangan meski liburan musim panas sudah dimulai, banyak PR umat yang mesti kita selesaikan, amanah yang belum dijalankan. No time for Fun !

Why Not be the Best

| 0 komentar



Kenapa harus puas dengan nilai makbul kalau kita bisa meraih jayyid jiddan bahkan imtiyaz. Itulah penyakit mental yang harus segera diobati, kebanyakan kita masih memiliki mental pecundang, tidak pede dengan diri sendiri dan menganggap dirinya sebagai orang yang tidak penting. Kedepan hal ini harus kita ubah, karena Islam tidak pernah mengajarkan kita untuk berputus asa. Kita harus berjuang dan memiliki mental sang jawara.

Rasulullah saw teladan kita di dunia dan di akhirat mengajari kita untuk memiliki hadaf yang tinggi, jika engkau meminta sorga maka mintalah sorga firdaus yaitu tingkatan sorga yang paling tinggi. Begitulah seharusnya kita dalam hidup ini, jangan pernah puas dengan apa yang telah kita capai, karena sesungguhnya apa yang telah kita dapatkan masih belum seberapa dibanding ilmu Allah yang begitu luas.
 
© Copyright 2010-2011 Generasi Rabbani All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.