Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian Ikhwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian Ikhwan. Tampilkan semua postingan

Terus Gue Harus Bilang Wow Gitu

Selasa, 28 Agustus 2012 | 0 komentar



Anak muda sekarang memang punya banyak bahasa alay untuk mengungkapkan perasaan mereka. Dulu kita sering mendengar kata-kata "Galau" sekarang berubah menjadi sebuah kalimat "Terus Gue Harus Bilang Wow Gitu". Tampaknya kalimat ini menggambarkan isi hati seorang remaja yang ingin selalu diperhatikan, disanjung dan puji. Ya nggak? Apalagi kalo sampe yang bilang wow adalah cewek manis bisa-bisa fly. hehe

Sobat fillah, kalau hidup ini hanya untuk mencari perhatian dan penilaian manusia kita bakalan capek. Sebab, segala sesuatu yang kita kerjakan niatnya hanyalah untuk diliat manusia. Kalo nggak ada orang yang liat kita nggak kerja, tapi pas ada orang lain sok rajin, sok khusyuk dan sok-sok lainnya. Itulah yang disebut dengan riya'. Sepele memang tapi kalo nggak hati-hati bisa bikin brekele.

Tak ada salahnya memang ketika ada orang lain yang memuji pekerjaan kita. Tapi yang salah adalah ketika niat kita sudah berubah. Awalnya memang ikhlas semata-mata mencari ridho Allah, lambat laun bisa berubah jika kita tidak menjaga niat kita. Makanya disunnahkan untuk selalu mentajdid niat ketika ingin melakukan sesuatu. Bahwa apapun yang kita lakukan hanyalah untuk Allah bukan untuk mencari perhatian manusia. Sehingga ada atau tidak ada orang yang memuji kita tetap dan selalu beramal.

Sebenarnya kata-kata wow adalah kata yang menggambarkan sebuah ketakjuban ketika melihat sesuatu. Tapi di dalam Islam kita punya banyak kalimah thayyibah untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Seperti kata-kata "Masya Allah". Seorang muslim yang baik tentu akan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jadi alangkah bagusnya jika kata-kata wow kita ganti menjadi masya Allah. Artinya adalah semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Tanpa ada campur tangan Allah mustahil sesuatu itu akan terjadi. Semuanya sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa.

From now, mari sama-sama kita tajdid niat setiap melakukan sesuatu. Apapun yang kita kerjakan semata-mata hanyalah untuk mencari keridhoan Allah. Sebab kata-kata wow dari manusia tak akan bermanfaat di akhirat kelak. Semua amal yang kita kerjakan akan menjadi sia-sia kalau hanya mengarapkan "wow" dari manusia. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita. Amin... 



Akhrie Rabbani
Kampung Sepuluh, 29 Agustus 2012

Lebaran, Sungai Nil dan Open House

Senin, 20 Agustus 2012 | 0 komentar

Cairo in the night

Pertama kalinya aku sholat Idul Fitri di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Selama aku belajar di Mesir belum pernah KBRI mengadakan Sholat Id di Garden City. Maklum, jarak antara ambassy (kata kawanku orang Malaysia) dan tempat mahasiswa tinggal lumayan jauh. Oleh sebab itu setiap tahunnya KBRI mengadakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha biasanya di Masjid As Salam. Salah satu masjid terbesar di daerah Nasr City.

Tapi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sholat Id diadakan di lapangan Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Garden City, persis disamping sungai Nil yang membelah kota Kairo. Nggak heran kalo Kairo tampak cantik sekali pada malam hari. Beda dengan siang harinya, Kairo tampak ganteng sekali, hehe. (kok nggak nyambung gitu). Maksudnya lebih keren lagi siangnya, soalnya khan gedung-gedung di Kairo dengan satu warna, yaitu warna debu. ;-)

Aku berangkat dari Nasr City pukul enam pagi, kebetulan KBRI menyediakan jemputan bagi yang ingin sholat di sana. Setelah rapi-rapi dan mengganteng :) aku berangkat dari rumah menuju jalan raya untuk menunggu jemputan. Sekitar sepuluh menit datang sebuah mini bus. Tampaknya ini dia jemputan KBRI pikirku. Ternyata benar, tapi sayang busnya sudah hampir penuh bahkan tak ada lagi tempat duduk kecuali satu buah kursi kosong di tengah. Sedangkan pagi itu aku berangkat dengan seorang teman. Kupersilahkan sahabatku untuk duduk sedangkan diriku berdiri seorang diri (cieeh). Kubayangin aja saat itu sedang berangkat ke kuliah naik bus 80 coret yang penuh dengan penumpang.  

Sampai di KBRI sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang datang. Begitu juga dengan WNI yang berada di Mesir. Kawasan kedutaan Indonesia lumayan gede, jadi bisa buat sholat Id berjamaah. Kebetulan khatib-nya adalah Prof. Sangidu. M.Hum. Beliau adalah Atase Pendidikan di kedutaan. Isi ceramahnya lumayan keren, beliau membahas masalah penciptaan manusia. Mulai dari alam rahim, alam nyata dan alam kubur. Mengingatkan kita kembali kemana tujuan kita sebenarnya.

Setelah selesai sholat Id ada ramah tamah. Semua mahasiswa saling bermaaf-maafan dengan bapak-bapak KBRI. Sungguh suasana Idul Fitri di Kairo seakan di Indonesia. Abis salam-salaman langsung disuguhi makanan. Apalagi kalau bukan nasi sama ayam. Makanan favoritku ayam goreng. Sama seperti Upin dan Ipin...hehe. 

Minal Aidin wal Faizin begitu sapa setiap teman-teman yang aku jumpai di KBRI. Alhamdulillah di sini aku punya teman-teman luar biasa dari seluruh nusantara. Meskipun lebaran kali ini jauh dari keluarga. Merekalah yang bisa menghibur hati ketika sedih. Itulah sahabat. Makanya silaturrahim dan komunikasi itu penting, karena bisa menambah koneksi dan link. Apalagi kalau sudah nusantara, kemana-mana enak. tinggal kontak teman yang berasal dari daerah yang ingin kita kunjungi. Nggak perlu nyewa hotel segala. Insha Allah tempat tinggal dan makan gratis...hehe.

Oh yha, abis makan-makan dan silaturrahim dengan teman-teman sejawat. Aku diajak oleh teman-teman untuk naik kapal di sungai Nil..Asyeek...Pemandangan dari sungai Nil begitu indah sekali. dengan dikelilingi gedung tinggi. Salah satu gedung tertingginya adalah Hotel Four Season dan Cairo Tower. Memang daerah sekeliling Nil terdapat banyak hotel mewah. Sebab Kairo memang dikenal kota wisata oleh para turis.

Hampir sejam kami berada terapung di atas sungai Nil menikmati indahnya Sungai Nil. Di tepi-tepi sungai terdapat beberapa kapal besar. Kapal ini berfungsi sebagai restaurant. Dan konon kabarnya di sinilah banyak tari perut. Apaan seeh? mana gue tahu! mau tari perut, tari kepala, tari kaki. Emang gue pikirin :)

Akhirnya kami kembali pulang ke Nasr City dengan diantar pake Coster KBRI. Lebaran di Kairo memang penuh warna warni. Di tengah perjalanan aku melihat anak-anak muda Mesir ramai mengunjui Hadiqah Dauliah. Sebuah taman internasional di Kairo. Sudah menjadi tradisi di sini kayaknya. Setiap perayaan hari raya, orang-orang Mesir mengunjungi taman. Beda dengan budaya kita di Indonesia yang setiap Idul Fitri banyak yang mengunjugi kebun binatang dan tempat wisata lainnya. Bahkan selesap sholat Id orang-orang Mesir menyediakan tempat bermain anak-anak sambil bagi-bagi hadiah berupa mainan.

Satu lagi budaya kita di Indonesia setiap Idul Fitri selalu mengadakan ziarah kubur. Padahal tidak mesti saat lebaran kan? Sebab kata Rasul hari lebaran itu adalah hari yang berbahagia. Lalu kenapa harus bersedih dengan pergi ke kuburan. Wallahu'alam entah kapan tradisi ini ada di negeri kita.

Sampai di rumah adzan zuhur berkumandang. Akupun pergi sholat ke masjid terdekat. Di sana banyak kawan-kawan Malaysia yang tengah mengikuti pengajian dengan Syekh Nuruddin Al Banjari. Teman-teman Malaysia memang sangat menghormati sekali para syekh. Syekh Nuruddin ini adalah orang Banjar Indonesia. Akan tetapi banyak mengisi pengajian kawan-kawan dari Malaysia.

Abis sholat Ashar aku dan kawan-kawan menuju salah satu rumah Ustad. Namanya ustad Joko Sumaryono, beliau adalah salah seniorku di Al Azhar, tapi sekarang S2 di Cairo University dan menjadi salah satu local staff di KBRI. Beliau mengundang kami untuk makan-makan di rumahnya. Alhamdulillah, satu lagi nikmat Allah bisa mencicipi mie ayam kesukaanku. Kebetulan rumah beliau terletak di hay Tsamin. Jadi kami berangkat ke sana menggunakan taksi. Sebab hari lebaran gini hanya sedikit bus yang beroperasi.

Adzan sholat Isya' berkumandang, aku dan kawan-kawan minta izin pamit dengan Ustad Joko. Sebelum pulang kami sholat Isya dulu di masjid Faidurrahman. Salah satu masjid favorit orang-orang Rusia. Maksudnya yang sholat di sini kebanyakan adalah orang-orang Rusia. Abis sholat kami berangkat menuju simpang manhal untuk menunggu bus yang ke arah bawwabah. Tapi sebelum itu kami menikmati Jus Alpokat di Ashir Zamzam. Yha, jus Alfokat di sini sangat jarang sekali. Kebanyakan hanyalah jus tebu, jus mangga, jus semangka, jus pisang. Walaupun jus Alfokat di sini lumayan mahal. 6 pound satu gelasnya setara dengan 10 ribulah kira-kira.

Itulah ceritaku di hari pertama lebaran. Hari itu aku tak kemana-mana selain ke rumah Ustad Joko karena kebetulan ada open house :) Mungkin ini adalah lebaran terakhir ku di negeri kinanah ini. Sebab bulan depan atau bulan Oktober aku berencana untuk kembali ke tanah air setelah menyelesaikan S1 di Al Azhar di fakultas Ushuluddin jurusan Hadits. Rencananya aku ingin melanjutkan di Universiti Islam Antarabangsa di Malaysia. Tapi entahlah, terkadang ada niat mau lintas jurusan ke psikologi. Sebab aku suka meneliti sikap dan perubahan dalam diri seseorang, terutama psikologi remaja. Nah, rencananya pengen ngambil di Eropa tepatnya di Manchester University-United Kingdom. Yha, ini hanyalah sebuah mimpi. Tapi semuanya berawal dari mimpi. Aku ke Kairo dulu juga berawal dari mimpi. So...jangan pernah takut bermimpi besar...!

Akhrie Rabbani
Istana Cinta, 2 Syawal 1433





Facebook dan Twitter Bukan Tuhanmu

Jumat, 06 Juli 2012 | 0 komentar


Sobat muda, hari-hari terakhir ini kita selalu disibukkan dengan hal-hal yang tidak penting. Bahkan hari-hari kita selalu saja diisi dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Kita terkadang lebih memilih duduk berjam-jam di depan komputer. Duduk sambil berinternet ria, yang dibuka itu-itu aja. Facebook dan twitter. Seakan internet itu cuma untuk facebook dan twitter.

Seandainya kita mau memanfaatkan waktu-waktu yang kosong untuk bermanfaat niscaya kita akan menjadi orang-orang yang produktif. Terlalu banyak waktu kita di sia-siakan. Apakah kita diciptakan hanya untuk main-main saja. Apalagi kita yang merantau jauh dari kampung halaman. Pastinya orang tua ingin anaknya pulang dengan membawa segudang kesuksesan.

Saya kadang suka marah pada diri sendiri kalau hanya duduk untuk membuka facebook dan twitter tanpa ada intaj yang dihasilkan. Jadi memang waktu kita selalu untuk kebaikan. Karena jika tidak disibukkan dengan kebaikan, maka otomatis kita akan disibukkan dengan keburukan. Makanya jika terlalu lama duduk di depan facebook saya akan ganti waktu yang terbuang itu untuk menuliskan sesuatu yang bermafaat. Walaupun hakikatnya waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa tergantikan.

Lebih parahnya lagi kalau facebook dan twitter sudah menjadi Tuhan, artinya ketika Azan berkumandang Allahu Akbar..Alllahu Akbar...(Allah yang MahaBesar). Jika kita tidak memenuhi panggilan tersebut. itu artinya ada yang lebih besar dari Allah. Ingat Akhi...Facebook dan Twitter bukan Tuhanmu. So, kalau adzan sudah berkumandang, mari kita penuhi panggilan Allah. Tinggalkan dunia mayamu.

Yha, terkadang dunia maya sudah menjadi kecanduan bagi kita. Tidak hanya itu tapi bisa melenakan. Makanya kita harus pintar-pintar membagi waktu untuk keduanya. Ada waktu untuk dunia nyata dan ada waktu untuk dunia maya. Bukan berarti kita meninggalkan dunia maya, sebab kalau kita tidak menggunakan dunia maya sama saja kita kembali ke jaman. ABG (Angkatan Babe Gue) hehe..aya-aya wae.

Ingat bro and Sis, hidup kita ini harus punya visi dan misi, kayak mau calon gubernur aja pake visi dan misi. Iyalah, karena Allah menciptakan kita bukan main-main. Yang paling penting bagi seorang muslim adalah menuntut ilmu dan beribadah. Yha. Seorang pelajar itu harus lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu. Baik dengan banyak membaca dan juga menulis juga. Sebab Kegiatan membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan. Ia ibarat sepasang kekasih (eeaah).

So, jangan buang masa kata kawan Malaysia. Dont Waste your time! Karena waktu adalah kehidupan kita. ia akan ditanya dihadapan Allah. maka Alangkah baiknya kita pergunakan waktu yang ada untuk kebaikan dan kebaikan.Motto kita hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin. hari ini esok pastikan lebih baik dari pada hari ini. Insya Allah

Islam sudah lama menantikan generasi-genarasi produktif yang akan kembali menjayakan Islam. Setiap kita harus punya spesialisasi masing-masing. Dari situ kita bantu agama Allah. Jika kita punya potensi dalam bidang kimia misanya kita bisa kembangkan untuk kejayaan Islam. Yha,  Karena agama kita tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Berbeda dengan agama kristen pada abad pertengahan yang mengecam penganutnya jika bertentangan dengan akidah kekristenan versi mereka.

Intinya tulisan ini mengajak kita untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan melulu facebook dan twitter melulu. Karena Facebook dan Twitter bukan Tuhanmu. Setuju....:)

Kifayah Ya Akhi!

Rabu, 11 April 2012 | 0 komentar

Nggak terasa yha, ujian sebentar lagi. Rasanya baru kemaren kita ujian termin awal trus refreshing dengan berfacebook ria, nggak tahunya udah ujian lagi. Seakan dunia berputar begitu cepat tanpa peduli kita lagi ngapain. Detik jam pun terus bergerak kecuali kalo jamnya lagi mati. :)

Kalo situasi udah genting seperti itu kita harus mo ngapain nih? Ujian termin dua tinggal menghitung hari, ujian yang menentukan lulus apa tidaknya kita. Sedangkan kita masih asyik-asyik ber online ria tanpa memperdulikan waktu. Apakah kesuksesan hanya bisa diraih dengan santai-santai? Nggak bro, kalo mau sukses ya belajar begitu wasiat lelaki misterius dalam film Laskar Pelangi.

Jadi kalo pas asyik-asyik facebookan, ingat orang tua kita banting daging (eh, tulang ding) buat membiayain kita kuliah di sini. Mereka pasti mengharapkan kita pulang dengan sukses. Bukan ane bilang kita nggak facebookan sama sekali. Tapi sekedarnya saja, jangan terlalu berlebih-lebihan. Kita jauh-jauh datang dari Indonesia niat-nya kan mo nuntut ilmu. Kalo niat sudah mulai pudar dari diri kita maka mari kita tajdid dari sekarang. 1...2...3...Mulai...

Emang sih, terkadang sulit bagi kita untuk meninggalkan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan kita. Tapi semua itu pasti bisa kita ubah. Jika kita mempunyai azam dan tekad yang kuat, itu kuncinya. Selalulah meminta pertolongan Allah, karena nggak ada yang bisa di dunia ini, yang ada mau atau tidak. Itu saja, gitu aja kok repot! kata almarhum Gus Dur.

Bismillah, mulai dari sekarang mari tajdid niat kita kembali. Tanamkan azam dan tekad bahwa saya harus berhasil dan akan memberikan kado kesuksesan terindah bulan Agustus nanti. Kalo bisa tulis kata-kata penyemangat di meja belajar atau di tempat yang mudah kita lihat. Contohnya "Kalo saya tetap seperti ini, bagaimana umat nanti?". Percayalah bahwa kita semua pasti melakukannya jika mempunyai semangat.

Ketika berfacebook ria dan sudah banyak menghabiskan waktu. Maka cepat-cepat tekan tombol x di kanan atas. Katakan pada diri "Kifayah ya akhi!". Karena kebanyakan orang-orang yang gagal adalah orang-orang yang tidak bisa berkata "Tidak" pada dirinya. Tidak untuk menghabiskan waktu berjam-jam depan si kompu, tidak untuk chating lama-lama, tidak dan tidak untuk berbagai hal yang tidak bermanfaat.

Sukses itu butuh pengorbanan kata orang, yha kita harus berani mengorbankan waktu santai kita untuk membaca muqorror walaupun hanya beberapa lembar. Yang penting itqon, yha nggak?. Sebab semua kita pasti tidak ingin dapat nilai rosib (amit-amit dhe). Mendingan dapat mumtaz. Amin. Apalagi sekarang PPMI punya program 100 Hari Menggapai Mumtaz, maka lakukanlah arahan dari mentor kita supaya bisa mumtaz. Kalaupun nanti nggak mumtaz, yha minimal jayyid lah. Setuju!

Merindukan Musim Semi di Surga

Selasa, 27 Maret 2012 | 0 komentar


Musim semi kini telah tiba
Bunga-bunga bermekaran harum mewangi
Di sepanjang jalan warna berganti
Segar asri berseri di hati

(Fajar Kemenangan-Suara Persaudaraan)

Musim yang tlah lama dinanti kini pun sudah tiba. Yha, setiap kita merindukan musim ini. Musim dimana bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan kota Kairo. Seakan menambah eskotika pesona indah bumi kinanah ini. Cuacapun tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Kalo kata kawan-kawan Indonesia di Mesir seperti cuaca Indonesia yang selalu stabil.

Ketika musim dingin tiba sering kali lisan kita mengeluh "dingin...dingin...ghhrr". Sampai-sampai jarang mandi (hayo ngaku...hehe). Sebab air musim dingin yang serasa es. Kalau mau mandipun harus menghangatkan air terlebih dahulu. Beruntung bagi yang punya sakhanah (pemanas air) di rumah. Tapi bagi yang nggak punya terpaksa merebus air setiap kali mau mandi. Tak hanya itu, jika mau keluar rumah harus pake jaket yang berlapis-lapis. Persis seperti robot.

Musim panas pun juga begitu, rasa panas yang menyengat sering kali membuat kita berkeringat. Apalagi kalau sudah berdesak-desakan dalam bus. Bau keringat pun bercampur menjadi satu. Ada keringat dari Asia dan keringat dari Afrika maka terciptalah suatu bau yang wangi (hehe). Tidur pun terkadang harus pake kipas angin. 

Di sisi lain musim panas merupakan ujian yang berat, terutama bagi anak muda yang belum nikah. Sebab nggak musim dingin pun para gadis Mesir bersolek dan berpakaian yang kurang bahan. Apalagi musim panas, dimana-mana terlalu banyak fitnah. Hanya orang-orang yang disayangi Allah yang kuat menghadapi cobaan tersebut. 

Sobat muslim muda, saya hanya ingin mengatakan "Selamat Datang Musim Surga". Musim yang di dalamnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam Al Qur'an keadaan penduduk surga yang tidak pernah merasakan terik matahari dan dingin yang bersangatan.

Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.(QS. Al Insan -13)

Permen-Permen Syurga

Jumat, 16 Maret 2012 | 0 komentar


Seperti biasanya bus 80 coret penuh sesak dengan penumpang. Yang kebanyakan penumpangnya adalah mahasiswa asing yang tengah berangkat ke kuliah. Bisa dikatakan bahwa bus 80 coret adalah bus favorit mahasiswa. Sebab tak banyak bus yang ke Darrasah tempat Universitas Al Azhar. Apalagi kalau sudah mulai masuk musim ujian, sangat jarang sekali bisa duduk kecuali pas rezkinya. 

Orang-orang Mesir bisa dikatakan mempunyai kepedulian yang besar kepada para jompo terutama ibu-ibu yang berbadan besar. Sehingga kebaikan ini tertularkan kepada mahasiswa-mahasiswa yang belajar di negeri para nabi ini. Jadi, kalo ada ibu-ibu yang masuk bus kita harus siap-siap mengalah memberikan tempat duduk kepada ibu tersebut kecuali kalo kita pura-pura tidur (hehehe).

Di suatu pagi ketika saya berangkat kuliah, di tengah perjalanan ada seorang gadis kecil yang berpakaian lusuh masuk ke dalam bus. Umurnya masih kecil, mungkin seusia adik saya yang kelas 6 SD. Di tangannya ada kantong plastik yang berisi permen-permen. Ia mulai membagikan permen tersebut kepada para penumpang di setiap bangku. Meskipun kebanyakan penumpang hanya cuek ketika gadis itu datang. Permen itu memang untuk di jual, berharap ada orang-orang yang akan membeli permennya tersebut.

Dari sekian banyak penumpang hanya beberapa orang yang mengeluarkan receh untuk diinfakkan kepada gadis tersebut. Yha, mungkin saja uang-uang hasil penjualan itulah untuk menyambung hidupnya. Cukup sekedar untuk membeli empat potong 'isy.

Allah swt menciptakan hidup ini secara berpasangan. Ada malam ada siang, ada laki-laki ada perempuan, ada orang kaya juga ada orang miskin begitu seterusnya. Kita tidak bisa bayangkan jika hanya ada malam di dunia ini, maka suhu udara akan turun sehingga bisa membuat cuaca semakin dingin. Begitu juga kalau siang selamanya, mungkin kita sudah terbakar akan panasnya matahari. Selain itu kita tidak bisa bayangkan jika semua manusia adalah laki-laki. Betapa beratnya hidup ini tanpa ada pasangan (hehe).

Ada orang kaya juga ada orang miskin. Supaya terjadi keseimbangan dalam alam ini. Jika tidak ada orang miskin. Siapa yang mau bekerja karena sudah kaya semua. Oleh sebab itu orang kaya gunanya untuk membantu orang miskin. Karena di sebagian harta kita ada milik orang miskin. Harta tersebut hanyalah titipan Allah untuk disedekahkan. Kata seorang dosen di Al Azhar taksab li tatashaddaq (kamu mencari rezki untuk disedekahkan). Karena pada hakikatnya harta kita yang hakiki adalah harta yang diinfakkan.

Sekarang kita sering dengar seminar tentang 7 Keajaiban Rezki di mana-mana. Ippo Santosa sang trainer di dalam bukunya banyak bercerita tentang orang-orang yang bersedekah. Semakin banyak ia bersedekah maka semakin banyak rezki yang mengalir kepadanya. Mungkin awalnya kita kurang ikhlas, tapi bagaimana untuk melatih keikhlasan kalau hanya berinfak 50 piester atau 1 pound. Sekali-kali cobalah berinfak lebih banyak.

Di dalam surat Ali Imran Allah swt menggambarkan orang-orang yang bersedekah dengan satu biji yang menumbuhkan satu batang. Dimana setiap batangnya mempunyai tujuh tangkai. Di setiap tangkai mempunyai seratus biji. Begitulah keutamaan orang-orang yang bersedekah di jalan Allah.

Dalam surat Al Insan Allah juga mengatakan bahwa salah satu karakter penghuni syurga adalah orang-orang yang memberi makan fakir miskin, anak-anak yatim dan tawanan. Merekalah yang akan minum dari mata air syurga, mata air Salsabila yang jika kita meminumnya tidak akan pernah merasakan haus. Merekan bertelekan di atas dipan-dipan serta tidak pernah merasakan kepanasan atau kedinginan. Pepohonan yang rendah dengan buah-buahan yang lezat di dekatkan sehingga mudah untuk memetiknya.

Sobat muda, nanti di syurga setiap orang masuk ke dalamnya dengan pintu yang berbeda-beda. Ada yang masuk lewat pintu Ar Royyan, pintunya orang-orang yang suka berpuasa. Ada pintu orang yang bersedekah, pintu orang yang ahli zikir dan lain sebagainya. Maka pilihlah sesuai dengan kemampuan kita. 

Boleh jadi permen-permen yang kita beli dengan niat bersedekah itulah yang akan membawa kita ke syurga. Sebab bisa jadi amalan yang kecil, namun di sisi Allah pahalanya sangat besar. Maka jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun. Begitu juga dengan maksiat. Jangan melihat kecilnya maksiat yang kamu lakukan, tapi lihatlah Dzat Allah Maha Besar yang kamu durhakai.

Akhrie Robbani
Pojok Bawwabah, 17 Maret 2012
Saat menanti fajar kemenangan dari bumi Syam (Palestina dan Suriah)
 
© Copyright 2010-2011 Generasi Rabbani All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.