Asbabul Galau

Jumat, 27 April 2012 | 0 komentar


Galau, gelisah, gundah, bete, nggak mood, futur de el el. Semua kita mungkin pernah merasakan hal ini. Tapi tahukah kita kenapa hal itu bisa terjadi pada diri kita. Kenapa kita yang tadinya punya hamasah, energic and spirit tiba-tiba dilanda oleh kefuturan atau bahasa anak muda sekarang "galau". Why?

Apalagi menjelang ujian termin dua ini kita benar-benar membutuhkan semangat baja untuk menaklukkan muqarrar. Sebenarnya galau atau futur itu biasa. Yang penting kata Rasul tidak jatuh ke dalam kemaksiatan. Karena banyak orang yang merasa galau lalu untuk mengobati galaunya itu ia pergi ke tempat-tempat maksiat. Naudzubillah dhe.

Nah, maka sebab itu perlu bagi kita untuk mengetahui apa aja yang bisa membuat kita jadi galau bin futur. Mudah-mudahan dengan mengetahui asbab dari galau tersebut kita bisa meng ilaj dengan segera sehingga bisa kembali melakukan aktifitas dengan semangat. Yuk, kita simak yang bisa bikin kita galau!

Pertama: Berlebihan dalam din. Artinya kita tidak terlalu berlebihan dalam suatu jenis amal sehingga mengabaikan amal-amal lainnya. Contohnya nih, ketika kita berazzam untuk bisa sholat tahajjud tiap malam. Okelah minggu pertama misi kita berjalan dengan baik, selanjutnya kita malah K'O di tengah jalan. Nah, sebaiknya kita tidak terlalu memaksakan diri. Tapi cobalah secara bertahap, dua kali seminggu. Kalau yang udah ini berjalan dengan mantab. Insya Allah ke depannya bisa ditingkatkan.

Rasul Saw bersabda: Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan (HR. Muslim)

Karena itu, amal yang disukai oleh Allah adalah amal yang sedikit tapi kontinyu. Setuju...

Kedua: Berlebihan dalam yang mubah. Dalam kaidah ushul fiqh kita tahu bahwa hukum dari segala sesuatu adalah mubah. Tapi keseringan dalam hal mubah bisa bikin kita jadi futur lho. For example facebook-an melulu sehingga melalaikan kewajiban. Atau dunianya hanya bola saja. Setiap hari yang ia ikuti hanya bola. Pagi main bola, siang ntar main pe-es bola, malamnya nonton bola. Yha semua waktunya habis dengan si bola. Bukan berarti saya mengharamkan main bola. Tapi sesuai dengan kadarnya. Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk riyadhoh sehingga menjaga kesehatan. Karena sebaik-baik urusan adalah aushotuha. Tul nggak?

Ketiga: Memisahkan diri dari jama'ah. Nah lho, jama'ah apaan nih? Eitss...tunggu dulu bro. Rasulullah saw memerintahkan untuk kita berjamaah "Alaykum bil jama'ah". Dulu ada khilafah islamiyah tempat menyatukan kaum muslimin. Sekarang karena khilafah Islamiyah nggak ada maka kita dianjurkan untuk bergabung dalam jama'ah minal muslimin. Apapun jama'ah dan harakahnya yang penting tujuannya sama yaitu untuk li i'la kalimatillah. Sebab dengan berjama'ah kita akan lebih terjaga dari godaan syetan "Faiina syaithona ma'al wahid".

Sedangkan tanpa jama'ah seseorang bisa terperangkap kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu Imam Ali berkata: Sekeruh-keruh hidup berjama'ah itu lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.

Keempat: Sedikit mengingat akhirat. Yap, karena kita udah terlalu banyak dilalaikan dengan hal yang mubah maka sangat jarang kita mengingat akhirat. Dengan mengingat akhirat kita menjadi terpacu untuk beramal, sebaliknya orang yang lupa dengan kehidupan akhirat akan mudah loyo dan galau.

Kelima: Melalaikan amalan siang dan malam. Melaksanakan ibadah secara tekun akan membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Karena setiap ibadah yang kita lakukan adalah ibarat bahan bakar yang selalu memacu kita untuk selalu bersemangat. Dengan kata lain orang yang sering melalaikan ibadah akan mudah terjerumus ke dalam kefuturan. So, dari sekarang kalo pengen nggak galau ya ibadah solusinya :)

Keenam: Tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan. Ini dia yang sering membuat kita "jatuh". Sudah menjadi sunnatullah bahwa kehidupan ini akan penuh dengan tantangan. Maka kita harus punya persiapan dan mental yang kuat dalam mengahadapi segalanya. Seperti yang pernah saya tulis dalam catatan sebelumnya tentang "Bereskan Urusanmu Dengan Allah, Lalu Biarkan Ia Membereskan Urusanmu".

Ketujuh: Bersahabat dengan orang-orang lemah. Bi'ah sangat mempengaruhi sekali dalam hidup kita. Berteman dengan orang-orang lemah semangatnya terkadang juga membuat kita menjadi lemah. Seharusnya kitalah yang menjadi cahaya spirit bagi kawan-kawan kita yang lemah. Bukan berarti kita menjauhi mereka. 

Makanya Rasulullah Saw bersabda: "Seseorang atas diri sahabatnya, maka lihatlah dengan siapa ia berteman." Nggak heran, kalo orang bejat yah temannya sama-sama bejatlah, kalo orang saleh, temannya juga pada saleh insya Allah. Seiring dengan firman Allah Atthoyyibin lit thoyyibat, orang-orang baik itu jodohnya yah buat yang baik-baik juga :)

Itulah beberapa asbabul galau yang sering bikin kita jadi "nggak jelas". Mudah-mudahan dengan mengetahui asbab nya kita jadi gampang untuk bangkit kembali. Karena umat membutuhkan ar rijal al qowi untuk kembali menegakkan Islam di muka bumi Allah. Insya Allah...Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'ma nashir.

Bereskan Hubunganmu dengan Allah, Lalu Biarkan Ia Membereskan Urusanmu.

Sabtu, 21 April 2012 | 0 komentar


Ane yakin setiap kita punya masalah, Yha nggak? Masalah di kuliah, masalah dengan teman, masalah jodoh yang tak kunjung datang padahal udah kebelet (ke hamam aja bro) masalah dengan orang-orang Mesir yang suka usil, masalah apa aja yang mungkin membuat kita hampir stress. Tapi jangan sampe stress dhe, karena urusannya bisa ke rumah sakit jiwa, hehe. 

Yang namanya manusia pasti punya masalah. masih manusia kan? (hehe PEACE!). Pokoknya selagi kita masih di dunia pasti punya masalah. Kita bukan di Surga bro! Nah, yang jadi persoalan bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Karena sering kali yang jadi masalah cara kita menyikapi masalah.

Nah, ternyata masalah itu berkaitan erat dengan ruhiyah kita. Orang-orang yang mempunyai ruhiyah kuat akan memandang masalah seberat apapun terasa kecil. Sebaliknya orang yang ruhiyahnya lagi lemah maka masalah kecil saja akan mudah mengeluh dan memandang masalah begitu besar.

Ibaratnya jika kita berada dalam sebuah kamar mandi, dan dikamar mandi itu ada ular yang siap menggigit kita. Saat itu kita tidak bisa keluar. Berbeda jika kita berada di sebuah lapangan yang luas. Meskipun ada ular, ketakutan kita tidak sama seperti kita berada di kamar mandi. Why? Karena kamar mandi yang sempit ibarat hati yang juga sempit, sebaliknya jika hati lapang, maka masalah apapun "khair insya Allah".

Aa'Gym pernah menuliskan dalam twiternya bahwa tidak ada yang membuat kita susah, sedih, selain dosa-dosa yang kita lakukan. Benar sekali apa yang beliau katakan, semakin sering kita bebuat maksiat maka semakin sempit rasanya hati ini. Tapi lihatlah orang-orang yang ruhiyahnya kuat, hidup mereka begitu tenang seakan tak punya masalah.

Selain itu Aa'Gym juga memberika kita resep dalam menghadapi masalah. Pertama kita harus ridho. Yha, tak ada gunanya kita marah-marah jika nasi sudah menjadi bubur. Karena marah-marah kita tak akan membuat bubur itu kembali menjadi nasi. Tugas kita adalah bagaimana menjadikan bubur itu terasa nikmat dengan menambahkan ayam, maka jadilah bubur ayam yang tak kalah nikmatrnya dengan nasi biasa.

Kedua: Kita mesti Evaluasi diri, bayangkan jika dalam di sebuah lapangan golf yang luas, tapi tiba-tiba bola golf mengenai jidat kita. Mungkin Allah memberikan kita peringatan bahwa mungkin kita jarang bersujud kepada-Nya. begitulah seharusnya setiap masalah yang menimpa kita. Harus ada pelajaran yang mesti kita ambil di setiap peristiwa.

Ketiga: Siap. Yaps, siap nggak siap. kita akan menghadapi masalah tersebut. Dengan kata lain kita harus siap dengan resiko apapun. Lulus atau gagal kita siap. bahkan orang-orang besar adalah orang-orang yang menikmati apapun dalam setiap detik hidupnya. Seirama dengan hadits Nabi Saw. Sungguh ajaib perkara orang-orang beriman, jika diberi kenikmatan mereka bersyukur, namun jika diberi ujian, mereka bersabar.

Keempat: Jadikan Allah tempat mengadu. Saya jadi teringat dengan sebuah kalimat yang pernah saya baca di internet. Allah, Bersamamu tak ada jalan buntu. Yup, karena Allah lah maha mengatur segalanya. Terkadang Allah memberikan kita ujian supaya kita kembali kepada-Nya.

So, problem... no problem. Intinya masalah seberat apapun jika hubungan kita dengan Allah baik, maka semua urusan kita pasti akan beres. Bereskan hubunganmu dengan Allah, Maka biarkan Ia membereskan urusanmu.Setuju....

Kifayah Ya Akhi!

Rabu, 11 April 2012 | 0 komentar

Nggak terasa yha, ujian sebentar lagi. Rasanya baru kemaren kita ujian termin awal trus refreshing dengan berfacebook ria, nggak tahunya udah ujian lagi. Seakan dunia berputar begitu cepat tanpa peduli kita lagi ngapain. Detik jam pun terus bergerak kecuali kalo jamnya lagi mati. :)

Kalo situasi udah genting seperti itu kita harus mo ngapain nih? Ujian termin dua tinggal menghitung hari, ujian yang menentukan lulus apa tidaknya kita. Sedangkan kita masih asyik-asyik ber online ria tanpa memperdulikan waktu. Apakah kesuksesan hanya bisa diraih dengan santai-santai? Nggak bro, kalo mau sukses ya belajar begitu wasiat lelaki misterius dalam film Laskar Pelangi.

Jadi kalo pas asyik-asyik facebookan, ingat orang tua kita banting daging (eh, tulang ding) buat membiayain kita kuliah di sini. Mereka pasti mengharapkan kita pulang dengan sukses. Bukan ane bilang kita nggak facebookan sama sekali. Tapi sekedarnya saja, jangan terlalu berlebih-lebihan. Kita jauh-jauh datang dari Indonesia niat-nya kan mo nuntut ilmu. Kalo niat sudah mulai pudar dari diri kita maka mari kita tajdid dari sekarang. 1...2...3...Mulai...

Emang sih, terkadang sulit bagi kita untuk meninggalkan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan kita. Tapi semua itu pasti bisa kita ubah. Jika kita mempunyai azam dan tekad yang kuat, itu kuncinya. Selalulah meminta pertolongan Allah, karena nggak ada yang bisa di dunia ini, yang ada mau atau tidak. Itu saja, gitu aja kok repot! kata almarhum Gus Dur.

Bismillah, mulai dari sekarang mari tajdid niat kita kembali. Tanamkan azam dan tekad bahwa saya harus berhasil dan akan memberikan kado kesuksesan terindah bulan Agustus nanti. Kalo bisa tulis kata-kata penyemangat di meja belajar atau di tempat yang mudah kita lihat. Contohnya "Kalo saya tetap seperti ini, bagaimana umat nanti?". Percayalah bahwa kita semua pasti melakukannya jika mempunyai semangat.

Ketika berfacebook ria dan sudah banyak menghabiskan waktu. Maka cepat-cepat tekan tombol x di kanan atas. Katakan pada diri "Kifayah ya akhi!". Karena kebanyakan orang-orang yang gagal adalah orang-orang yang tidak bisa berkata "Tidak" pada dirinya. Tidak untuk menghabiskan waktu berjam-jam depan si kompu, tidak untuk chating lama-lama, tidak dan tidak untuk berbagai hal yang tidak bermanfaat.

Sukses itu butuh pengorbanan kata orang, yha kita harus berani mengorbankan waktu santai kita untuk membaca muqorror walaupun hanya beberapa lembar. Yang penting itqon, yha nggak?. Sebab semua kita pasti tidak ingin dapat nilai rosib (amit-amit dhe). Mendingan dapat mumtaz. Amin. Apalagi sekarang PPMI punya program 100 Hari Menggapai Mumtaz, maka lakukanlah arahan dari mentor kita supaya bisa mumtaz. Kalaupun nanti nggak mumtaz, yha minimal jayyid lah. Setuju!

Masakan Special Mahasiswa Indonesia di Kairo

Selasa, 10 April 2012 | 0 komentar


Masak, siapa takut? masalah masak-memasak sudah jadi mainan sehari-hari (main panci, main pisau, hehe) mahasiswa Indonesia di Kairo. Nggak percaya? datang aja ke flat-flat mahasiswa Indonesia di Kairo. Pasti bakalan ngeliat mahasiswa-mahasiswa yang kreatif dan pinter masak yang nggak kalah jago dengan koki-koki international (lebay.com). Buktinya ada banyak rumah makan mahasiswa Indonesia di Kairo.

Rata-rata mahasiswa Indonesia di Kairo tinggal di sebuah flat. Setiap flat biasanya dihuni oleh tujuh atau delapan orang. Tentunya sewa flat berbeda-beda. Kalo flatnya bagus biasanya biaya sewa sampai 1000 Pound Egypt, sekitar dua jutaan gitu lah. Nah, karena orang Indonesia nggak bisa makan tanpa nasi dan lauk. Maka mau tak mau mahasiswa di sini harus pinter masak-memasak. 

Karena di rumah ada anggota tujuh orang, maka setiap harinya kita bergantian piket masak. Jadi dalam semingu kita punya jadwal masak buat teman-teman serumah. Meskipun ada banyak rumah makan Indonesia di Kairo, yha harus punya kantong tebal kalo mau makan di luar.

Awal saya datang ke Kairo sempat kaget dengan tradisi yang satu ini. Karena harus bisa masak. Kalo nggak, yha nggak makan. Jadi terpaksalah belajar masak meski awalnya sering gosong atau keasinan dan lain sebagainya. Tapi sekarang, jangan ditanya mau masak apa aja bisa asal cuma disuruh potong cabe ama bawang, hehe. 

Dulu saya sempat diajarin sama salah seorang senior dari Gorontalo tentang masak telor dadar. Jadi, telor yang sedikit bisa jadi banyak. Caranya gampang kok! tinggal telor dadar yang sudah dikocok lalu digoreng di atas panci, trus jangan lupa pancinya ditutup beberapa detik. Insya Allah telornya bakalan jadi gede'. Nggak percaya? Silahkan dicoba. Kawan saya menamankanya "Telor Dadar Tutup Panci" (hehe).

Ada banyak kreasi kawan-kawan dalam memasak. Ada yang suka masak gulai haikal, ini salah satu makanan favorit mahasiswa Indonesia di Kairo. Haikal ini boleh dikatakan semi ayam. Jadi walaupun nggak bisa beli ayam satu ekor yang penting bisa makan ayam (hahay). Ada juga yang suka masak kentangki. Yha mirip-miriplah sama kentucki...hehe.

Kadang saya suka wisata kuliner juga, cukup dengan ziarah ke rumah kawan-kawan yang berasal dari lain daerah. Seperti yang dari Jawa Barat, Aceh, Kalimantan, apalagi Padang. Kalo ke rumah kawan-kawan Padang pasti penuh dengan "sambalado". Kalo nggak ada "sambalado" rasanya kurang afdhol :)

Itulah salah satu keistimewaan mahasiswa Indonesia di Kairo. Selain ilmu agamanya udah keren, masaknya juga oke. So, beruntunglah yang mendapatkan suami mahasiswa Indonesia di Kairo (maksudnya apa nih? ^_^ ). (thefaith_89@yahoo.com)

Merindukan Musim Semi di Surga

Selasa, 27 Maret 2012 | 0 komentar


Musim semi kini telah tiba
Bunga-bunga bermekaran harum mewangi
Di sepanjang jalan warna berganti
Segar asri berseri di hati

(Fajar Kemenangan-Suara Persaudaraan)

Musim yang tlah lama dinanti kini pun sudah tiba. Yha, setiap kita merindukan musim ini. Musim dimana bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan kota Kairo. Seakan menambah eskotika pesona indah bumi kinanah ini. Cuacapun tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Kalo kata kawan-kawan Indonesia di Mesir seperti cuaca Indonesia yang selalu stabil.

Ketika musim dingin tiba sering kali lisan kita mengeluh "dingin...dingin...ghhrr". Sampai-sampai jarang mandi (hayo ngaku...hehe). Sebab air musim dingin yang serasa es. Kalau mau mandipun harus menghangatkan air terlebih dahulu. Beruntung bagi yang punya sakhanah (pemanas air) di rumah. Tapi bagi yang nggak punya terpaksa merebus air setiap kali mau mandi. Tak hanya itu, jika mau keluar rumah harus pake jaket yang berlapis-lapis. Persis seperti robot.

Musim panas pun juga begitu, rasa panas yang menyengat sering kali membuat kita berkeringat. Apalagi kalau sudah berdesak-desakan dalam bus. Bau keringat pun bercampur menjadi satu. Ada keringat dari Asia dan keringat dari Afrika maka terciptalah suatu bau yang wangi (hehe). Tidur pun terkadang harus pake kipas angin. 

Di sisi lain musim panas merupakan ujian yang berat, terutama bagi anak muda yang belum nikah. Sebab nggak musim dingin pun para gadis Mesir bersolek dan berpakaian yang kurang bahan. Apalagi musim panas, dimana-mana terlalu banyak fitnah. Hanya orang-orang yang disayangi Allah yang kuat menghadapi cobaan tersebut. 

Sobat muslim muda, saya hanya ingin mengatakan "Selamat Datang Musim Surga". Musim yang di dalamnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam Al Qur'an keadaan penduduk surga yang tidak pernah merasakan terik matahari dan dingin yang bersangatan.

Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.(QS. Al Insan -13)

Orang Pinter Yang Gagal

Jumat, 23 Maret 2012 | 0 komentar


Bismillah

Bertahun-tahun kita sekolah, mulai dari kita masih ingusan kelas satu SD sampai S1 di kuliah, niatnya apa sih? Tak lain dan tak bukan adalah untuk menjadi orang pinter. Karena biasanya kalo jadi orang pinter bakal jadi orang sukses di masa depan, ya nggak? Tapi ada lho, orang pinter tapi nggak sukses bin gagal. Lha kok bisa...

Sebaliknya ada orang yang gagal tapi sukses. Seperti yang pernah saya tulis dalam catatan facebook "Rosib Yang Sukses". Yup, intinya bagaimana kita menjadi kegagalan tersebut sebagai batu loncatan untuk menggapai kesuksesan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Dr. Aidh Al Qarni penulis buku La Tahzan "Orang yang cerdas dan bijak dan selalu mampu menyulap duka menjadi sukses, sementara orang bodoh dan pengecut selalu membuat satu musibah menjadi musibah-musibah lain."

Di sisi lain ada orang yang pinter tapi gagal dalam menyikapi kepinterannya. Kok bisa sih, apa aja sebenarnya faktor-faktor yang membuat ia bisa gagal. Padahalkan orang pinter (maksudnya bukan dukun lho) seharusnya dengan mudah bisa mencapai kesuksesan. Yuk, kita simak faktor-faktor yang bikin orang pinter jadi gagal.

Pertama: Kurang berinteraksi, meskipun kita sudah pinter tapi kurang gaul dengan orang lain. Atau tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain. Maka alamat kita akan menjadi orang-orang yang terpinggirkan. Disebabkan kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Jadi, supaya jadi orang pinter and nggak gagal maka banyak-banyaklah bergaul dengan orang lain. Dengan siapapun dan dimanapun. Kenalkan diri kita kepada mereka. Dan jangan pernah merasa malu bergaul dengan siapapun.

Begitu juga dengan berdakwah. Kalo kita ingin mendakwahi orang lain maka harus bisa mengambil hati orang tersebut. Kata Dosen saya "jika ingin memberikan orang lain sebuah apel, maka apelnya jangan dilemparkan tapi berikan dengan baik-baik". Istilahnya dalam bahasa arab bil hikmah wal mauizhah.

Kedua: Banyak perhitungan. Biasanya orang-orang yang banyak perhitungan ini tidak disukai oleh orang lain. Sebab biasanya orang-orang seperti ini terlalu pelit dan maksa "kamu tuh harus begini and nggak boleh gitu." Wajar saja kita gagal dalam berinteraksi dengan orang lain. Dan susah untuk jadi orang sukses kalo seperti ini.

Ketiga: Merasa udah pinter. Orang yang merasa udah pinter and nggak mau lagi belajar. Maka sulit baginya untuk menerima saran dan nasehat dari orang lain. Padahal ilmu yang Allah berikan kepada kita hanya sedikit sekali. Bagaikan setitik air pada jarum yang dicelupkan ke dalam lautan. Tak ada apa-apanya dibandingkan ilmu Allah. Seorang ulama mengatakan bahwa "Orang yang mengaku dirinya pinter maka sungguh dia lah sebenarnya orang yang bodoh"

Keempat: No Action, tidak hanya pandai berbicara tapi juga mengamalkan. Dalam bahasa Al Qur'an orang-orang seperti ini sangat dibenci disisi Allah. Bagaimana kita menyuruh orang lain sementara kita melupakan diri kita sendiri. 

Kelima: Nggak berani bertindak. Kita tidak saja membutuhkan orang-orang yang hanya pandai berbicara tapi juga berani bertindak. hampir sama dengan faktor keempat "no action alias omdo (omong doank)". Untuk itu kita harus percaya dan yakin terhadap apa yang kita sampaikan.

Trus gimana donk supaya kita nggak jadi orang pinter yang gagal. Caranya adalah:

Pertama: Deket dengan orang-orang alim dan soleh. Sebab jika kita deket dengan mereka kita tidak dijerumuskan kepada keburukan. Mereka akan selalu memberikan kita nasehat ketika kita lalai dan lupa. Makanya ada pepatah yang bilang orang yang berkawan dengan orang saleh ibarat berteman dengan tukang minyak wangi. Untung-untung kita langsung dikasih minyak wangi..hehe. Asyik!

Kedua: Jauhin dari perbuatan yang melenakan. Yup Islam sudah mengajarkan kita untuk menjadi orang yang memanfaatkan waktu dengan baik. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya baik perkataan maupun perbuatan. Sudah seharusnya seorang muslim yang baik memanfaatkan waktu-waktunya untuk pengembangan diri. Baik dari segi keilmuan, skill dan lain sebagainya. Jangan sampe kita dilenakan dengan dunia maya non stop. Atau main PS yang tak tahu waktu.

Ketiga: Inget selalu dengan tujuan awal kita. Jauh-jauh kita datang dari Indonesia ke Mesir ngapain sih? apa cuma buat ketemu sama orang Arab atau mau cari Aishah (hehe). Yup, kita datang ke sini dengan sebuah obsesi, dengan sebuah cita-cita ingin memperdalam ilmu agama. Maka ingatlah tujuan awal kita. Kalo bisa tempel di dinding kamar kita "Ke Mesir Apa yang Kau Cari?"

Keempat: Inget pengorbanan orang-orang yang mencintai kita. Pasti ada banyak hal yang sudah dikorbankan oleh orang-orang menyayangi kita supaya kita bisa pinter and suskes. Terutama kedua orang tua yang sudah banyak mengeluarkan duit setiap bulannya. Apalagi pas mau berangkat ke Mesir harus jual sawah, jual motor, jual kebun dan lain sebagainya. So, inget-inget yha sama mama and papa di rumah ^_^

Kelima: Inget sama konsekwensi dari perbuatan kita. Entah itu perbuatan baik maupun perbuatan buruk. Setiap ada aksi pasti ada reaksi, ya nggak? Kalo kita berbuat baik sama orang lain, pasti orang juga bakalan baik sama kita kecuali emang orangnya keras kepala (hehe). Begitu juga kalo kita jahat sama orang lain, maka siap-siap dijahatin juga, hehe. Kita harus selalu memprekdiksikan semua perbuatan kita. Kalo kita lakuin gini, nanti akibatnya pasti gini. Yha, gitu dhe...

Nah, pada nggak mau kan jadi orang pinter yang gagal. So that's why, kita kudu pinter-pinter (hehe). Tidak hanya pinter masalah pelajaran aja, tapi juga pinter bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Kalo kata pakar-pakar (pakar apa ya namanya?) bahwa tidak hanya IQ (Intelektual Quetion) saja yang diperlukan untuk menjadi orang sukses tapi EQ (Emosional Quetion) juga sangat menentukan.

NB: Makasih buat Te Fa yang udah bagi-bagi ilmu sama kita pagi ini

Galau dan Iman

Senin, 19 Maret 2012 | 0 komentar


Bismillah

Kadang ketika saya lagi "galau" saya suka membaca tulisan-tulisan lama yang pernah saya tulis. Atau catatan-catatan harian yang pernah saya goreskan di sebuah buku. Adakalanya catatan tersebut menjadi motivasi untuk kembali bersemangat. Catatan tersebut adalah pengalaman dan buah pikiran yang saya tuangkan dalam bentuk tulisan, jadi ketika saya baca kembali ibaratnya saya memotivasi diri sendiri. Sebab terkadang kita mudah memotivasi orang lain tapi susah untuk memotivasi diri sendiri.

Pagi ini saya kembali membuka buku cathar, mungkin lagi "galau" kali (ternyata ustad bisa galau juga ya?) hehe. Ustad kan juga manusia. punya perasaan dan punya hati (cieeh...).  Alhamdulillah sekarang galaunya sudah ilang karena membaca cathar. Ada satu kalimat yang membuat saya tertegun dalam cathar yang pernah saya tulis setahun yang lalu. "Orang yang sholatnya malas-malasan maka akan mudah terbawa syahwat".

Yup, memang masa muda masa-masa yang sangat berat. Apalagi sebagai seorang uzzab. Jika tidak dibentengi dengan iman yang kuat maka kita akan mudah terbawa syahwat. Dan salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang sungguh-sungguh dan berusaha untuk khusyuk dalam sholatnya. Lihat saja remaja kita yang sering terjatuh dalam lembah maksiat. Sudahlah nafsu kuat tapi nggak punya rem lagi. Akhirnya, nabrak-nabrak lah. Tapi hati-hati kalau sampai menabrak aturan Allah. Bisa ke kantor polisi nanti. eh, ke neraka kalee.

Orang yang baik ibadahnya maka ia akan semakin banyak produktivitasnya. Sebab ibadah-ibadah yang ia kerjakan ibarat bahan bakar yang selalu membuatnya bersemangat dalam bekerja. Ditambah lagi dengan keikhlasan dalam beramal akan menjadikan kita lebih profesional. 


Sebaliknya orang-orang yang lemahnya imannya dan selalu berkubang dalam lembah maksiat maka akan sulit untuk berkontribusi. Sebab untuk dirinya saja ia belum mampu untuk memperbaiki dirinya apalagi untuk memberikan kontribusi untuk orang lain. Maka hati-hati kalau kita sering bermaksiat karena kita akan jadi orang-orang yang pasif dan malas bekerja. Sehingga akhirnya kita tidak "dipakai" dalam masyarakat. Bukannya menjadi problem solver tapi malah menjadi part of problem.

Makanya saya sering menasehati diri sendiri "kalo kamu terus begini, bagaimana umat nanti?". Yha, kita adalah harapan umat. Umat ini sudah lama merindukan peran kita. Maka tugas kita yang paling utama adalah islahu an nafs (memperbaiki diri). Memperbaiki diri tidak bisa seorang diri. Kita butuh orang lain yang selalu mengingatkan ketika lalai dan lupa. 

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bertambah apabila kita melakukan ketaatan dan akan berkurang jika kita melakukan kemaksiatan. Tapi sering kali kita tidak mengintropeksi iman kita. Apakah iman kita saat ini bertambah atau sedang berkurang. Dan salah satu penyebab iman itu berkurang itu adalah tiada penjagaan terhadap iman itu sendiri. Sehingga acap kali virus-virus maksiat masuk ke dalam diri kita.

Seorang sahabat Umar bin Khattab pernah mengatakan kepada para sahabatnya. "Halummu nazdadu imanan fayadzkurunallah" Kemarilah kalian agar kita bisa menambah iman lalu mereka berzikir kepada Allah. Sahabat Muadz bin Jabal juga pernah mengatakan kepada seorang laki-laki "Ijlis bina nu'min saah". Duduklah bersama kami agar kita bisa beriman barang sesaat.

Maka sebab itu, jika kita merasakan lemah iman, segeralah cari teman-teman saleh. Karena mereka bisa memberikan nasehat yang akan bisa menambah keimanan kita kembali. Jadi alangkah indahnya jika kita mempunyai sebuah halaqah yang di dalamnya mengingat Allah, mentadabburi ayat-ayatNya, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran sehingga menguatkan iman yang sudah mulai melemah. Ibarat hape yang mulai kehabisan baterai. Maka perlu ada cas yang bisa kembali mengisi bateri kembali penuh. Sebaliknya jika hape tidak pernah dicas dan selalu dipakai maka suatu saat hape itu akan mati dengan sendirinya.





Energi Al Ma'tsurat

Minggu, 18 Maret 2012 | 1 komentar


Bismillah

Sobahul ful akhi! Apa kabar nih? semoga tetap ceria and semangat dalam melakukan aktifitas. Ane yakin antum semua sudah pada sholat subuh kan...hehe trus, abis sholat ngapain donk? Ya, baca Qur'an, baca buku pelajaran dan tak lupa satu lagi baca al Ma'tsurat. udah belom? 

Yup, btw apaan tuh al Ma'tsurat? al Ma'tsurat adalah adzkar shobah wal masa' atau dalam bahasa Indonesianya zikir pagi dan sore hari. Zikir pagi ini boleh dibaca dari pagi sampe zuhur, maksud ane waktunya kapan aja dari ba'da subuh sampe sebelum sholat zuhur. Begitu juga dengan zikir sore yang dimulai waktunya dari ba'da ashar sampe ba'da isya.

Sebenarnya Al Ma'tsurat ini adalah salah satu risalah yang ditulis Imam Hasan Al Banna dalam Risalah Pergerakannya. Ketika beliau mendirikan Ikhwanul Muslimin, ia sangat berkeinginan untuk membangun generasi robbani. Generasi yang sama seperti generasi para sahabat dan salafussaleh. Karena mereka adalah sebaik-baik generasi dalam umat ini. 

Al ma’tsurat merupakan kumpulan dzikir dan doa yang dikumpulkan oleh Imam Hasan Al Banna yang diambil dari hadits-hadits Nabi saw untuk dibaca oleh setiap anggota jama’ah Ikhwanul Muslimin khususnya atau seluruh kaum muslimin pada umumnya agar senantiasa mengingat Allah swt dan berada dalam ketaatan kepada-Nya.

Oleh sebab itu Imam Al Banna mengambil sarana yang bermacam-macam. Sehingga dengan sarana tersebut bisa melahirkan generasi robbani yang tangguh dalam setiap gerak hidupnya. Salah satu sarana yang paling penting adalah dengan berzikir kepada Allah swt, sehingga bisa meningkatkan keimanan. Imam Al Banna mengumpulkan zikir-zikir tersebut dari hadits-hadits Rasulullah saw yang diambil dari kitab-kitab shohih.

Allah swt untuk memerintahkan kepada kita untuk banyak-banyak berzikir. Dimanapun dan kapanpun. Banyak sekali ayat Al Qur'an yang menjelaskan keutamaan orang-orang yang berzikir. Dalam surat Al Ahzab Allah mengatakan "Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang."

Dengan banyak berzikir juga akan memberikan ketenangan dalam hidup kita. Sebagaimana dalam firman Allah “Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (QS. Ar Rad: 28)

Imam Al Banna mengatakan,”Apabila engkau mengetahui, wahai akh yang mulia, maka janganlah engkau merasa aneh jika seorang muslim senantiasa mengingat Allah disetiap keadaannya, mewarisi Nabi saw—dialah sebaik-baik makhluk—didalam dzikir, doa, syukur, tasbih dan tahmid disetiap keadaan baik yang kecil, besar maupun yang dianggap remeh.

Mas bro and mbak Sis, luar biasa sekali manfaat yang kita dapatkan ketika kita selalu berzikir kepada Allah. Allah akan selalu membantu kita di setiap kesusahan yang kita hadapi.  Saya jadi teringat salah satu artikel di dakwatuna.com "Kalau kita punya masalah, jangan katakan Ya Allah, saya punya masalah, tapi katakan pada masalah saya punya Allah."

Akhrie Robbani
Kampoeng Sepoeloeh, 10 Maret 2012
Seusai baca Al Ma'tsurat





Permen-Permen Syurga

Jumat, 16 Maret 2012 | 0 komentar


Seperti biasanya bus 80 coret penuh sesak dengan penumpang. Yang kebanyakan penumpangnya adalah mahasiswa asing yang tengah berangkat ke kuliah. Bisa dikatakan bahwa bus 80 coret adalah bus favorit mahasiswa. Sebab tak banyak bus yang ke Darrasah tempat Universitas Al Azhar. Apalagi kalau sudah mulai masuk musim ujian, sangat jarang sekali bisa duduk kecuali pas rezkinya. 

Orang-orang Mesir bisa dikatakan mempunyai kepedulian yang besar kepada para jompo terutama ibu-ibu yang berbadan besar. Sehingga kebaikan ini tertularkan kepada mahasiswa-mahasiswa yang belajar di negeri para nabi ini. Jadi, kalo ada ibu-ibu yang masuk bus kita harus siap-siap mengalah memberikan tempat duduk kepada ibu tersebut kecuali kalo kita pura-pura tidur (hehehe).

Di suatu pagi ketika saya berangkat kuliah, di tengah perjalanan ada seorang gadis kecil yang berpakaian lusuh masuk ke dalam bus. Umurnya masih kecil, mungkin seusia adik saya yang kelas 6 SD. Di tangannya ada kantong plastik yang berisi permen-permen. Ia mulai membagikan permen tersebut kepada para penumpang di setiap bangku. Meskipun kebanyakan penumpang hanya cuek ketika gadis itu datang. Permen itu memang untuk di jual, berharap ada orang-orang yang akan membeli permennya tersebut.

Dari sekian banyak penumpang hanya beberapa orang yang mengeluarkan receh untuk diinfakkan kepada gadis tersebut. Yha, mungkin saja uang-uang hasil penjualan itulah untuk menyambung hidupnya. Cukup sekedar untuk membeli empat potong 'isy.

Allah swt menciptakan hidup ini secara berpasangan. Ada malam ada siang, ada laki-laki ada perempuan, ada orang kaya juga ada orang miskin begitu seterusnya. Kita tidak bisa bayangkan jika hanya ada malam di dunia ini, maka suhu udara akan turun sehingga bisa membuat cuaca semakin dingin. Begitu juga kalau siang selamanya, mungkin kita sudah terbakar akan panasnya matahari. Selain itu kita tidak bisa bayangkan jika semua manusia adalah laki-laki. Betapa beratnya hidup ini tanpa ada pasangan (hehe).

Ada orang kaya juga ada orang miskin. Supaya terjadi keseimbangan dalam alam ini. Jika tidak ada orang miskin. Siapa yang mau bekerja karena sudah kaya semua. Oleh sebab itu orang kaya gunanya untuk membantu orang miskin. Karena di sebagian harta kita ada milik orang miskin. Harta tersebut hanyalah titipan Allah untuk disedekahkan. Kata seorang dosen di Al Azhar taksab li tatashaddaq (kamu mencari rezki untuk disedekahkan). Karena pada hakikatnya harta kita yang hakiki adalah harta yang diinfakkan.

Sekarang kita sering dengar seminar tentang 7 Keajaiban Rezki di mana-mana. Ippo Santosa sang trainer di dalam bukunya banyak bercerita tentang orang-orang yang bersedekah. Semakin banyak ia bersedekah maka semakin banyak rezki yang mengalir kepadanya. Mungkin awalnya kita kurang ikhlas, tapi bagaimana untuk melatih keikhlasan kalau hanya berinfak 50 piester atau 1 pound. Sekali-kali cobalah berinfak lebih banyak.

Di dalam surat Ali Imran Allah swt menggambarkan orang-orang yang bersedekah dengan satu biji yang menumbuhkan satu batang. Dimana setiap batangnya mempunyai tujuh tangkai. Di setiap tangkai mempunyai seratus biji. Begitulah keutamaan orang-orang yang bersedekah di jalan Allah.

Dalam surat Al Insan Allah juga mengatakan bahwa salah satu karakter penghuni syurga adalah orang-orang yang memberi makan fakir miskin, anak-anak yatim dan tawanan. Merekalah yang akan minum dari mata air syurga, mata air Salsabila yang jika kita meminumnya tidak akan pernah merasakan haus. Merekan bertelekan di atas dipan-dipan serta tidak pernah merasakan kepanasan atau kedinginan. Pepohonan yang rendah dengan buah-buahan yang lezat di dekatkan sehingga mudah untuk memetiknya.

Sobat muda, nanti di syurga setiap orang masuk ke dalamnya dengan pintu yang berbeda-beda. Ada yang masuk lewat pintu Ar Royyan, pintunya orang-orang yang suka berpuasa. Ada pintu orang yang bersedekah, pintu orang yang ahli zikir dan lain sebagainya. Maka pilihlah sesuai dengan kemampuan kita. 

Boleh jadi permen-permen yang kita beli dengan niat bersedekah itulah yang akan membawa kita ke syurga. Sebab bisa jadi amalan yang kecil, namun di sisi Allah pahalanya sangat besar. Maka jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun. Begitu juga dengan maksiat. Jangan melihat kecilnya maksiat yang kamu lakukan, tapi lihatlah Dzat Allah Maha Besar yang kamu durhakai.

Akhrie Robbani
Pojok Bawwabah, 17 Maret 2012
Saat menanti fajar kemenangan dari bumi Syam (Palestina dan Suriah)
 
© Copyright 2010-2011 Generasi Rabbani All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.